Berorientasi Ijazah Merusak Mutu Perguruan Tinggi


CHAT DI WHATSAPP KLIK DISINI

Direktur Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Tjan Basarudin mengakui rendahnya mutu perguruan tinggi dipicu berbagai factor yang bekerja secara simultan. Tidak hanya kelemahan pada institusi, tetapi juga budaya orientasi ijazah masih tumbuh dikalangan masyarakat.

“Masyarakat masih berorientasi yang penting punya ijazah perguruan tinggi. Inilah yang akhirnya ikut menurunkan kualitas perguruan tinggi,” tegas Prof. Tjan Basarudin saat memberikan pemaparan Sistem Penjaminan Mutu Akademik dan Otomatisasi Pengisian Feeder PD-DIKTI di kampus UMB, Jakarta, Rabu (19/7/17).

Budaya asal punya ijazah, menurut dia menyebabkan masyarakat memilih perguruan tinggi secara serampangan. Tidak melihat kualitas dan mekanisme pendidikan yang akan dihasilkan pada perguruan tinggi tersebut. Padahal memilih perguruan tinggi yang tepat menjadi bagian penting menghasilkan generasi berkualitas.

Pada sisi lain, sambung Prof. Tjan Basarudi budaya asal punya ijazah yang tumbuh dimasyarakat itu menjadi kepentingan pengelola perguruan tinggi. Terbukti masih banyak perguruan tinggi yang membiarkan proses perkuliahan tidak berstandarkan mutu terbaik.

“Hal itulah yang perlu jadi kesadaran bersama. Penerapan standar mutu bukan lah untuk kepentingan nasional saja, tetapi juga sudah tuntutan internasional,” pungkasnya peserta Workshop Forum Rektor Indonesia.

Dia menegaskan kondisi tersebut perlulah diperbaiki segera melalui peningkatan akreditasi. Karena hanya perguruan terakreditasi lah yang dipastikan dapat mencapai mutu terbaik. Terlebih bagi perguruan tinggi yang secara akreditasi telah meraih unggul atau A.

Menurutnya jumlah perguruan tinggi terkakreditasi A atau unggul memang tidak banyak. Berdasarkan data hanya 54 perguruan tinggi terakreditasi A dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia.

“Budaya mutu dapat terpenuhi melalui standar yang maksimal. Dan hal tersebut ditandai dengan akreditasi unggul,” imbuhnya.

Workshop Forum Rektor Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Smartcloud ini dihadiri perwakilan berbagai perguruan tinggi. Dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi informasi sebagai upaya peningkatan mutu layanan perguruan tinggi.

Tampak dalam acara tersebut Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr.H.Suyatno, Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof.Ir.Asep Saefuddin dan Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W Alisjahbana. Sedangkan dari Universitas Mercu Buana hadir Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Ristek & Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ngadino Surip.

Silahkan Bertanya
ANDA JUGA BISA BERTANYA DI SINI

Nama Lengkap *
No HP *
Email *
Domisili *
Pertanyaan

UMB Terakreditasi A

UNIVERSITAS MERCU BUANA TERAKREDITASI A
SELENGKAPNYA KLIK DISINI >>

Permintaan Brosur

HUBUNGI KAMI DI WA


KLIK ICON INI